Bullying atau perundungan cuma terjadi pada si kecil terkecil di kelas. Kecil – buah hati yang menjadi sasaran perundungan umumnya juga terjadi pada si kecil yang tampaknya kurang kuat atau tak sekuat lainnya. Si – buah hati yang melaksanakan perundungan juga acap kali menargetkan si kecil – buah hati yang nampak “berbeda”. Kecil – si kecil penyandang disabilitas kadang-kadang lebih cenderung diganggu ketimbang si kecil – buah hati lainnya. Penindasan, ejekan, dan pelecehan boleh dianggap sebagai habit peralihan yang normal atau \”Namanya juga si kecil – si kecil \”. Efek intimidasi serius, termasuk depresi, rendah diri, situasi sulit kesehatan, dan wordplay bunuh diri. Orang dewasa mencegah penindasan dengan mendidik buah hati – buah hati seputar perundungan, memberi mereka alat untuk apa yang seharusnya dikerjakan seandainya mereka mengalami hal yang demikian.

Harassing atau perundungan yakni perilaku agresif yang tak yang melibatkan kekuasaan yang diulangi, atau berpotensi untuk diulangi, seiring waktu. Ada tiga macam intimidasi adalah lahiriah, lisan dan sosial. Penindasan jasmani melibatkan melukai tubuh atau harta benda seseorang. Intimidasi atau perundungan lisan dan sosial juga bisa datang dalam wujud agresi elektronik (umpamanya Cyberbullying memakai Online atau telpon seluler ).

Si – si kecil dan remaja yang diintimidasi atau mengalami bullying lebih mungkin ketimbang si kecil – buah hati lain untuk tertekan, kesepian, dan kuatir, rendah diri, cenderung tidak hadir atau menghindari sekolah malah yang terparah ialah mempunyai pikiran atau agenda untuk bunuh diri. Sebagian si kecil penyandang disabilitas rendah diri atau merasa tertekan, kesepian atau kuatir sebab keadaan mereka, dan perundungan memperburuk kondisi ini. Perundungan bisa menyebabkan situasi sulit serius dan langgeng tak untuk si kecil – buah hati yang diintimidasi tapi juga untuk buah hati – buah hati yang menindas dan mereka yang menyaksikan intimidation.
Hati – buah hati tahu kapan mereka diganggu. Mereka mungkin merasakannya, tapi tak tahu bagaimana membicarakannya. Si – si kecil penyandang disabilitas dengan keterbatasan yang memengaruhi metode mereka berdaya upaya, belajar, atau berinteraksi dengan orang lain mungkin membutuhkan penjelasan yang amat particular perihal metode mengenali perundungan saat itu terjadi pada diri mereka sendiri atau orang lain.

Si – buah hati bantuan dalam mempelajari apa yang wajib dijalankan untuk melindungi diri mereka dari penindasan dan untuk menolong orang lain yang sedang diintimidasi. Kali mengobrol dengan mereka seputar apa yang sudah mereka organic di sekolah dan seputar bermacam sistem yang dapat mereka tanggapi si kecil mengenali dan merespons perundungan. Sarankan metode untuk merespon buah hati – si kecil yang mengerjakan perundungan pada buah hati lain, termasuk mereka atau mencari bantuan dari orang dewasa. Kecil – si kecil mungkin tak tahu kapan mereka merundung si kecil lain. Hati – si kecil dengan disabilitas yang memengaruhi pemikiran, , atau keterampilan sosial mereka mungkin perlu bantuan tambahan untuk belajar bagaimana mengekspresikan diri mereka sendiri sehubungan dengan orang lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *